KH As'ad adalah penyampai pesan KH Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy'ari, yang merupakan cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama. Sampai akhir hayatnya pada 4 Agustus 1990, KH As'ad menjabat Hanis Cholil Barro’ (1982) M. Zaim Cholil Mumtaz (1991) KH. Cholil Bisri meninggal dunia dalam usia 62 tahun pada 23 Agustus 2004 pukul 20.40 di rumahnya di Leteh, Rembang, Jawa Tengah. Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang, itu meninggalkan seorang istri Hj. Muhsinah, delapan anak, dan sejumlah cucu. Kiai muhammad kholil bangkalan masih keturunan Sunan Gunung Jati (1448 - 1570), salah seorang walisongo (wali sembilan) di pulau jawa. Silsilah Kiai Kholil Menurut Catatan KHR. As'ad Syamsul Arifin (1897-1990) Sukorejo, Asembagus, Situbondo, adalah sebagai berikut : 1. Sunan Gunung Jati 2. Sayyid Sulaiman Mojoagung, Jombang ( Cucu Sunan Gunung Jati) 3. Kiai Abdullah 4. Kiai Asror Karomah 5 Deklarasi NAAT digelar di komplek Pesarean Syaikhona Kholil, Desa Martajesah, Bangkalan, yang merupakan makam ulama kharismatik Bangkalan dan juga seorang keturunan Wali Songo. Gelar “Syaikhona” yang berarti “guru kami” dikarenakan banyak santrinya yang menjadi Ulama besar di Nusantara, termasuk KH Hasyim Asy’ari, Pendiri Pesantren Sesuai dengan judulnya, kitab tersebut berisi silsilah (genealogi) Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) sekaligus berbagai kaifiyyat (petunjuk/ tata cara) bertarekat ordo tersebut. Saya menemukan kitab ini di lemari perpustakaan KH. Soleh Syamsuddin Lateng (Banyuwangi, Jawa Timur, w. 1951) yang terkunci selama puluhan tahun sebelumnya. Ketiga, buku berjudul “KH Muhammad Kholil Bangkalan: Biografi Singkat 1820-1923” karya Muhammad Rifai (2010: 21) menjelaskan, Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan lahir pada hari Selasa, tanggal 11 Jumadil Akhir 1225 H, bertepatan dengan tahun 1835 M. Syekh Kholil wafat pada hari Kamis tanggal 29 Ramadhan 1343 H (1925 M). Jenazah beliau disalatkan di Masjid Agung Bangkalan. Kemudian dimakamkan di Pemakaman Martajasah, Bangkalan. Hampir ulama besar di Madura dan Jawa adalah murid Kiai Kholil Murid Dari Syaichona Kholil Bangkalan Madura 1. KH. Hasyim Asy’ari Dari keturunan Dalem Sawidak Sukapura Singaparna Tasikmalaya 6. Spesialisasi Ilmu :Tasawuf, Nahwu, Sharaf,Fiqh(nu diageungkeun Safinah, Jurumiyah, Saraf, talaran, narkib, tafsir jalalain) 7. Sanad Ilmu : Syekh Kholil Bangkalan Madura 8. Riwayat Pendidikan : a. Mama KH. Ali ( Ayahanda Beliau) b. Mama KH. Husen ( Mertua Beliau) c. Mama KH. Yasin Singkat cerita, Kiai Kholil Bangkalan merestui berdirinya NU melalui KH. As’ad Syamsul Arifin. Namun ketika menjelang berdirinya NU, ulama masyhur dari pulau Madura itu wafat pada 1925. Lalu Kiai Hasyim Asy’ari mengutus KH. Wahab Hasbullah untuk menemui dua orang alim dan wali Allah, yaitu Kiai Yasin danKH. Muhammad Shiddiq . Mаkа, mеӏаӏυі jalur sυnаn giri, Syaikhona Kholil adalah generasi ke-34 ԁагі rasulullah saw. Silsilah Syaikhona Kholil Jalur Sunan Gunung Jati. Syaikhona Kholil (syeikh muhammad Kholil) Bangkalan. Kyai abdul lathif. Dimakamkan di Bangkalan. Nyai khadijah (istri kyai hamim). Dimakamkan ԁі Bangkalan. Kyai asror karomah. Sayyid UtM3.